Tanya Jawab

Forum Konsultasi

Ke-JFA-an

Untuk menghindari duplikasi pertanyaan, silahkan gunakan form pencarian dibawah ini.
Pencarian Konsultasi :


Selasa, 26 Juni 2007 / 10:41:31
User reward ( Rew_apri@yahoo.com )
Pemerintah Kabupaten Pasaman | lubuksikaping | Provinsi Sumatera Barat
Kategori : Ke-JFA-an Topik : indikator utama
Berkenaan dengan belum adanya kamus kompetensi untuk duduk di JFA, kriteria atribut dan indikator utama apa saja yang sesuai untuk diterapkan bagi JFA di daerah? Mohon diberikan gambaran jenis dan klasifikasi kompetensi JFA.

PusbinJFA :
Pada saat ini BPKP sedang menyusun Standar Kompetensi Auditor serta Pola Rekruitmen Auditor. Sebelum keduanya selesai disusun dan ditetapkan maka atribut untuk menilai JFA masih menggunakan DP3 dan penilaian angka kredit sesuai dengan KepMenPAN No. 19/1996 tentang JFA dan Angka Kreditnya.

Sesuai dengan definisi kompetensi dari BNSP, unsur kompetensi terdiri atas pengetahuan, ketrampilan/keahlian, dan sikap kerja.
- Unsur pengetahuan misalnya memiliki pengetahuan audit, memiliki pengetahuan mengenai praktik-praktik dan proses pelaporan dan akuntansi keuangan, memahami standar audit dan peraturan yang terkait, memahami pemanfaatan aplikasi komputer dalam fungsi pengawasan.
- Unsur ketrampilan/keahlian misalnya mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah audit, mampu menganalisis dan melakukan penelitian teknis, mampu bekerja dalam tim, mampu mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti.
- Unsur sikap kerja misalnya integritas, obyektif dll. Sebelum ditetapkan dalam suatu standar, paling tidak auditor harus memenuhi kualifikasi sertifikasi JFA yang diatur dalam Pola Diklat Auditor bagi APIP yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala BPKP No. KEP-06.04.00-847/K/1998 tanggal 11 November 1998.
Senin, 25 Juni 2007 / 11:59:30
User rosy ( ossie_76@msn.com )
Perwakilan BPKP Prov. Jabar | Bandung | Provinsi Jawa Barat
Kategori : Kediklatan Topik : Syarat pindah jalur
Apakah JFA harus gol. III dulu baru bisa diklat pindah jalur. Bagaimana dengan JFA yang sudah lulus UPI tapi masih gol II.

PusbinJFA :
Sesuai dengan Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-06.04.00-847/K/1998 tanggal 11 Nopember 1998 tentang Pola Pendidikan dan Pelatihan Auditor Bagi APFP syarat peserta diklat pindah jalur adalah:
1. Memiliki ijazah serendah-rendahnya Sarjana (S 1) atau D IV dengan kualifikasi yang ditentukan oleh Instansi Pembina atau yang sederajat yang status ijazahnya telah dipersamakan oleh Departemen Pendidikan Nasional
2. Memiliki pangkat serendah-rendahnya Penata Muda golongan ruang III/a
3. Memiliki Sertifikat Lulus Diklat Sertifikasi JFA Pembentukan Auditor Trampil
4. Diusulkan oleh Kepala/Pimpinan Unit Organisasi yang bersangkutan.
Senin, 25 Juni 2007 / 09:43:14
User dery ( dexs_84@yahoo.com )
Perwakilan BPKP Prov. Jambi | jakarta | Provinsi DKI Jakarta
Kategori : Ke-JFA-an Topik : hierarki Auditor
Auditor terdiri dari :
1. Auditor Terampil
2. Auditor Ahli
dari masing-masing Auditor terdiri dari bermacam-macam tingkatan lagi.
Saya mau bertanya tentang pengertian dan penjelasan dari keseluruhan
hierarki Auditor tersebut ?

PusbinJFA :
Jenjang jabatan dan pangkat JFA diatur dalam KepMenPAN No. 19/1996 Pasal 6 dan Keppres 87/1999 tentang Rumpun Jabatan. Atas ketentuan tersebut dapat kami jelaskan bahwa pembagian jenjang Auditor Trampil dan Ahli didasarkan kepada pertimbangan dalam rangka pengembangan profesionalisme dan pembinaan karier PFA. Entry level untuk PFA adalah jabatan Auditor Trampil (untuk SMA-DIII) dan Auditor Ahli Pertama (untuk DIV/S1).

Pembedaan jenjang jabatan PFA menunjukkan adanya perbedaan kompetensi dari tiap jenjang jabatan. Auditor Trampil dan Auditor Ahli Pertama berperan sebagai Anggota Tim, Auditor Ahli Muda berperan sebagai Ketua Tim, Auditor Ahli Madya berperan sebagai Pengendali Teknis dan Auditor Ahli Utama berperan sebagai Pengendali Mutu.

Kenaikan pangkat/jabatan PFA ditentukan antara lain oleh prestasi kerja yang dinilai melalui pencapaian angka kredit minimal untuk dapat naik pangkat/jabatan dan pemenuhan sertifikasi. Informasi lebih mendalam mengenai JFA dapat anda pelajari melalui berbagai kumpulan peraturan seputar JFA di website www.bpkp.go.id laman Pusbin JFA.
Jum'at, 22 Juni 2007 / 01:07:03
User reward ( Rew_apri@yahoo.com )
Pemerintah Kabupaten Pasaman | lubuksikaping | Provinsi Sumatera Barat
Kategori : Ke-JFA-an Topik : penerapan JFA
Penerapan JFA di lingkungan Bawasda telah dimulai sejak tahun 2003, dan sebagian daerah telah menerapkannya, untuk Bawasda Kabupaten/Kota lain faktor-faktor atau kendala apa yang dihadapi oleh daerah untuk penerapan JFA tersebut? Bagaimana solusi percepatan penerapannya?

PusbinJFA :
Setiap Provinsi/Kab/Kota mempunyai hambatan yang berbeda satu dengan lainnya dalam penerapan JFA. Secara umum yang dianggap menjadi kendala adalah sulitnya lulus sertifikasi JFA sehingga menghambat kenaikan pangkat auditor. Beberapa solusi yang dapat dilakukan antara lain mempersiapkan auditor untuk dapat mengikuti diklat sertifikasi dan mempersiapkan untuk ujiannya tanpa dibebani pekerjaan pengawasan pada saat yang bersamaan, membentuk grup diskusi pasca diklat guna persiapan ujian.

Langkah yang dilakukan instansi pembina antara lain merilis soal yang telah diujikan dengan diberikan kunci jawaban, menambah frekuensi ujian total 4 kali dalam waktu 2 tahun pasca bulan diklat, sosialisasi perlunya pola rekrutmen auditor yang lebih berkualitas misalnya untuk pendidikan S-1 IPK di atas 2,50 atau 3,00.
Kamis, 21 Juni 2007 / 15:58:35
User M.reward A ( Rew_apri@yahoo.com )
Pemerintah Kabupaten Pasaman | lubuksikaping | Provinsi Sumatera Barat
Kategori : - Lain-Lain Topik : kompetensi
Saya mohon informasi tentang bagaimana cara menyusun standar kompetensi jabatan fungsional auditor? Bagaimana cara kita menilai seseorang mempunyai kompetensi baik/buruk dalam jabatan fungsional auditor (alat ukurnya) kemudian apakah sudah ada kamus kompetensi untuk jabatan fungsional auditor, sebagaimana kamus kompetensi jabatan struktural yang dikeluarkan BKN?

PusbinJFA :
Kompetensi adalah suatu kemampuan menguasai dan menerapkan pengetahuan, keterampilan/keahlian, dan sikap kerja tertentu di tempat kerja sesuai dengan kinerja yang dipersyaratkan. Kompetensi erat kaitannya dengan kewenangan. Orang yang kompeten ialah orang yang memiliki kemampuan dan sekaligus juga kewenangan.

Standar kompetensi auditor harus cukup jelas menjabarkan hal-hal yang menjadi harapan user untuk dikerjakan, tidak hanya menjabarkan hal-hal yang sifatnya umum dan abstrak sebagaimana kompetensi jabatan struktural yang dikeluarkan oleh BKN. Standar kompetensi ini harus dapat menjadi acuan dalam menilai kompetensi auditor. Nantinya, sertifikasi yang selama ini digunakan sebagai pengakuan atas kompetensi seorang auditor harus mengacu pada standar kompetensi ini.

Yang berwenang menyusun standar kompetensi auditor adalah BPKP selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Auditor di lingkungan BPKP dan instansi pemerintah lainnya kecuali di lingkungan BEPEKA. Sejak tahun 2006 BPKP telah melakukan berbagai kajian akademis terkait dengan penyusunan standar kompetensi auditor. Penyusunan standar ini banyak melibatkan berbagai pihak baik dari lingkungan APIP sendiri maupun intansi lain yang terkait seperti BKN, BNSP, IIA chapter Indonesia, termasuk juga melakukan studi banding ke IIA yang berlokasi di 247 Maitland Avenue, Altamonte Springs, Florida FL 32701-4201 di USA. Penyusunan standar ini diharapkan selesai dalam dua hingga tiga tahun mendatang dan dapat digunakan sebagai dasar dalam mengukur kompetensi auditor serta sebagai dasar penyusunan/pengembangan program pendidikan dan pelatihan bagi auditor.

Sambutan Kepala Pusbin JFA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wa Barakatuh...
Kapus