Tanya Jawab

Forum Konsultasi

Ke-JFA-an

Untuk menghindari duplikasi pertanyaan, silahkan gunakan form pencarian dibawah ini.
Pencarian Konsultasi :


Selasa, 03 Juli 2007 / 19:12:58
User eko sanova ( eko_sanova )
Inspektorat Jenderal Departemen Kesehatan | Jakarta | Provinsi DKI Jakarta
Kategori : - Pendaftaran ujian sertifikasi JFA Topik : Ujian JFA
Saya sudah mendaftar ujian dua kali di jakarta sementara saya harus ke lapangan jadi saya tidak dapat ujian, sementara saya masih ujian utama bagaimana status ujian saya, dan bagaimana cara pendaftaran di Perwakilan BPKP ?

PusbinJFA :
1. Berdasarkan Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-06.04.00.847/K/1998 tentang Pola Pendidikan dan Pelatihan bagi APFP, dinyatakan bahwa peserta ujian sertifikasi JFA memiliki hak ujian 4 kali (1 kali ujian utama dan 3 kali ujian ulangan) per mata pelajaran dalam kurun waktu dua tahun terhitung sejak mengikuti diklat. Bila Anda belum pernah mengikuti ujian berarti Anda masih memiliki hak ujian sebanyak 4 kali per mata pelajaran dalam kurun waktu dua tahun sejak mengikuti diklat.

2. Berhubung adanya kepentingan dinas sehingga Anda tidak bisa mengikuti ujian sertifikasi JFA di tempat pendaftaran (dalam hal ini Jakarta), maka Anda dapat segera melaporkan ke Pusdiklatwas BPKP untuk mendapatkan persetujuan agar bisa mengikuti ujian di Mataram. Selanjutnya Anda mendaftarkan/melaporkan diri kepada panitia ujian setempat (dalam hal ini Perwakilan BPKP Provinsi Bali di Denpasar) dengan membawa kartu ujian.
Senin, 02 Juli 2007 / 11:57:10
User Iguh Sipurba ( iguh.sipurba@kpk.go.id )
Lain-lain | Jakarta | Provinsi DKI Jakarta
Kategori : - Lain-Lain Topik : Daftar Rincian Kegiatan dan Angka Kreditnya
Dimana saya bisa mendapatkan dan men-download SK Menpan No. 19/1996 ?
Seandainya sudah ada revisi, baik sebagian atau seluruhnya, apakah ada versi kompilasinya untuk memudahkan PFA menentukan angka kredit dari setiap kegiatan yang dilakukannya ?

PusbinJFA :
Untuk mendapatkan softcopy ketentuan seputar JFA silahkan kunjungi website BPKP laman Pusbin JFA.
Senin, 02 Juli 2007 / 10:37:40
User FX. Bayu Supriyadi ( bayus_fx@yahoo.co.id )
Perwakilan BPKP Prov. Jabar | Bandung | Provinsi Jawa Barat
Kategori : - Penilaian dan penetapan angka kredit Topik : Penilaian Angka Kredit S1 dengan adanya aturan yang baru
Saya lulus S1 Akuntansi tahun 2004, pada bulan Oktober 2004 saya mengikuti UPI III dan langsung dinyatakan lulus kurang lebih Desember 2004 dan angka kredit S1 saya masukkan pada periode penilaian 1 Juli-31 Desember 2004 dengan nilai 25.

Teman2 saya yang lulus S1 nya bersamaan atau bahkan ada yang jauh sebelumnya tidak langsung lulus UPI III nya pada periode saya, tapi mengulang periode setelahnya atau bahkan berkali-kali. S1 mereka otomatis angka kreditnya dinilai pada periode 1 Jan-Jun 2005 atau setelahnya dengan nilai 25. Namun dengan diberlakukannya aturan angka kredit S1 yang baru mereka dapat penambahan 15 point.

Dapatkah angka kredit S1 saya juga ditambah 15 point seperti teman2 saya?

PusbinJFA :
Pada umumnya peraturan diterbitkan untuk mengatur suatu kondisi dalam keadaan yang normal. Dalam situasi yang tidak normal seperti halnya Peraturan MenPAN Np. 60/2005, Per Ka BKN No. 28/2005 dan Per Ka BPKP No. 1275/2006 maka akan terjadi dampak seperti yang Anda alami. Ada pihak yang merasa diuntungkan dan ada yang merasa dirugikan atas berlakunya suatu ketentuan.

Berpedoman pada Peraturan Ka BPKP No. 1275/2006 maka perolehan ijazah pendidikan formal S1 yang telah dinilai angka kreditnya sebelum tanggal 1 Juni 2005 tidak dapat diberikan tambahan angka kredit, sedangkan perolehan S1 meskipun didapat sebelum 1 Juni 2005 tetapi diakui S1nya setelah 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya (yang terlihat dalam PAK) maka diberikan angka kredit tambahan sebesar selisih antara angka kredit yang baru dengan angka kredit perolehan ijazah yang telah dinilai.
Jum'at, 29 Juni 2007 / 06:47:48
User Rohmad Adi Siaman ( rohmad_adis@yahoo.com )
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan | Ambon | Provinsi Maluku
Kategori : - Penilaian dan penetapan angka kredit Topik : Angka Kredit untuk peserta lomba logo BPKP
Beberapa minggu yang lalu saya menjadi peserta lomba Logo BPKP. Dari hasil faximile yang diterima, dikatakan bahwa peserta lomba berhak memperoleh piagam penghargaan atas keikutsertaannya tersebut. Yang menjadi pertanyaan apakah piagam penghargaan tersebut dapat dimasukkan ke dalam angka kredit. Kalau bisa berapa angka kredit yang diperoleh dan masuk ke kategori mana?

PusbinJFA :
Dalam pasal 1 Keputusan MENPAN No. 19/1996 didefinisikan bahwa Penghargaan/Tanda Jasa adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah RI, negara asing, atau organisasi nasional/internasional yang mempunyai reputasi baik di kalangan masyarakat ilmiah.

Sesuai Keputusan Kepala BPKP No. Kep.13.00.00-125/K/1997 angka VI huruf c dinyatakan bahwa kriteria pemberian penghargaan atau tanda jasa adalah karena adanya prestasi kerja yang dicapai seseorang dalam pengabdian secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama kepada nusa/bangsa dan negara.

Dengan demikian penghargaan sebagai peserta lomba logo BPKP tidak memenuhi kriteria penghargaan sebagaimana dimaksud.
Kamis, 28 Juni 2007 / 09:54:43
User Priyono DN ( gangpogung @yahoo.com )
Perwakilan BPKP Prov. D.I. Yogyakarta | Yogyakarta | Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Kategori : Ke-JFA-an Topik : Aturan pemeberian angka kredit lulusan s2
Mohon diberikan dasar pemberian angka kredit kepada JFA yang menyelesaikan S2 karena rumornya diberikan angka kredit sebanyak 50 satuan angka kredit, mohon penjelasan.
Terima kasih.

PusbinJFA :
Sesuai dengan Peraturan Kepala BPKP No. PER-1275/K/JF/2006 tanggal 31 Oktober 2006 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan PerMenPAN No. PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri PAN tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya untuk JFA di lingkungan APIP antara lain diatur hal-hal berikut:

Auditor yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah pendidikan formal maka perolehan ijazah yang telah diperhitungkan dalam PAK sejak 1 Juni 2005 yang belum sesuai dengan peraturan tersebut dapat disesuaikan dengan menambahkan selisih antara tambahan angka kredit perolehan ijazah dengan angka kredit perolehan perolehan ijazah yang telah dinilai.

Misalkan S1 telah dinilai 75 angka kredit, kemudian memperoleh ijazah S2. Atas perolehan ijazah S2 diberikan 50 angka kredit sehingga angka kredit untuk pendidikan menjadi 125.

Peraturan Kepala BPKP No. PER-1275/K/JF/2006 dapat Anda download dari website www.bpkp.go.id laman Pusbin JFA.

Sambutan Kepala Pusbin JFA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wa Barakatuh...
Kapus