Tanya Jawab

Forum Konsultasi

Ke-JFA-an

Untuk menghindari duplikasi pertanyaan, silahkan gunakan form pencarian dibawah ini.
Pencarian Konsultasi :


Kamis, 12 Juli 2007 / 09:06:53
User Fandya ( fandya_rachman@yahoo.com )
Perwakilan BPKP Prov. Sumbar | Padang | Provinsi Sumatera Barat
Kategori : - Diklat sertifikasi JFA untuk BPKP Topik : Hasil Ujian
Saya mau bertanya :
1. Jika saya ujian auditor trampil di Jakarta, kemudian saya ditempatkan di Padang. Bagaimana melihat hasilnya?
2. Jika saya mendaftar ujian,tetapi ada satu ujian yang tidak diikuti, apakah hal tersebut berarti dihitung gagal di mata ujian tersebut (yang mengakibatkan kehilangan satu kesempatan dari 3 kesempatan mengikuti ujian)? atau haknya tidak berkurang?
3. Dimana lokasi tempat ujian di padang ?


PusbinJFA :
1. Hasil ujian sertifikasi JFA akan disampaikan ke Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat.
2. Anda benar bahwa untuk mata ujian yang tidak diikuti mengakibatkan kehilangan satu kesempatan dari 3 kesempatan mengikuti ujian.
3. Silahkan anda berkoordinasi dengan Kasubbag Kepegawaian di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat.
Rabu, 11 Juli 2007 / 20:57:50
User Dian ( arkhee28@yahoo.com )
Pemerintah Kota Payakumbuh | payakumbuh | Provinsi Sumatera Barat
Kategori : Ke-JFA-an Topik : penerapan JFA
sejak diterapkannya JFA dilingkungan Bawasda sejak tahun 2003 maka banyak daerah yang menerapkan JFA tersebut.pertanyaan saya seberapa pentingkah penerapan JFA dilingkungan bawasda dan adakah aturan yang memaksa untuk diterapkannya JFA di lingkungan bawasda tersebut?. Kemudian dari hasil pengawasan yang dilakukan bawasda selama ini apakah perbedaan yang significant antara bawasda yang telah menerapkan JFA dengan yang belum menerapkan JFA? dengan kata lain keunggulan apa saja dengan penerapan JFA dilingkungan bawasda? atas jawabannya saya ucapkan terima kasih...

PusbinJFA :

1. Petunjuk pelaksanaan penerapan JFA berlaku secara seragam di lingkungan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah yang meliputi: BPKP, Inspektorat Jenderal Departemen/LPND, dan Bawasda. Petunjuk pelaksanaan penerapan JFA tersebut dapat didownload di website www.bpkp.go.id pada halaman Pusbin JFA.

2. Langkah yang harus disiapkan oleh Pemda/Bawasda berkaitan dengan Sertifikasi JFA adalah:
a. Melakukan proses seleksi pada saat rekrutmen calon auditor, sehingga benar-benar dapat diperoleh calon auditor yang memiliki kemampuan teknis dan minat serta bakat untuk menjadi auditor;
b. Hendaknya Pimpinan unit kerja memberikan kesempatan kepada auditor/calon auditor yang akan mengikuti ujian sertifikasi JFA dengan mengurangi beban tugas kepada yang bersangkutan atau memberikan cuti menjelang pelaksanaan ujian;
c. Auditor/calon auditor yang akan mengikuti ujian sertifikasi JFA membentuk kelompok/group diskusi sebagai persiapan menghadapi ujian dengan bahan-bahan: contoh soal dan jawaban ujian sertifikasi JFA yang dapat didownload dari website www.bpkp.go.id.

3. Landasan hukum penerapan JFA di lingkungan Bawasda adalah PP Nomor: 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional, dimana penerbitan PP tersebut merupakan upaya Pemerintah dalam penyederhanaan birokrasi pemerintah (rightsizing). Rightsizing tersebut difokuskan untuk mengembangkan organisasi yang lebih proporsional berdasarkan kebutuhan nyata organisasi, datar (flat), transparan, hierarki yang pendek, bersifat jejaring, bersifat fleksibel dan adaptif. Organisasi yang memiliki karakteristik tersebut harus diisi banyak jabatan fungsional menggantikan jabatan struktural sehingga menjadi lebih ramping namun tetap optimal dalam menjalankan fungsinya.

4. Kelebihan penerapan JFA di lingkungan Bawasda:
a. Tersertifikasinya auditor yang berarti auditor tersebut memiliki legalisasi kewenangan untuk melakukan audit dan memiliki standar tertentu dalam audit;
b. Peningkatan/pengembangan kemampuan teknis auditor secara berjenjang, baik melalui Diklat Sertifikasi JFA, Diklat Teknis Substansi, Seminar, Workshop, dan kegiatan lainnya yang bersifat pada pengembangan profesi;
c. Adanya tunjangan JFA bagi PNS yang diangkat ke dalam JFA;
d. Adanya kepastian karier bagi PNS yang diangkat ke dalam JFA;
e. Sinergi pengawasan dengan unit kerja di lingkungan APIP;
f. Dari hasil penelitian yang dilakukan Puslitbangwas BPKP terhadap tingkat kepuasan instansi pengguna auditor atas kinerja auditor yang bersertifikat menunjukkan korelasi yang positip, dimana kinerja auditor yang bersertifikat tersebut lebih memuaskan instansi pengguna.

5. Upaya yang harus dilakukan oleh Bawasda untuk mempercepat penerapan JFA adalah:
a. Membangun komitmen bersama segenap pimpinan, pejabat, dan pegawai di lingkungan Bawasda pada khususnya dan Pemda pada umumnya untuk melakukan restrukturisasi organisasi (reorganisasi) melalui rightsizing, yaitu dengan mengurangi jabatan struktural dan mengoptimalkan peran jabatan fungsional
b. Melakukan proses seleksi pada saat rekrutmen calon auditor, sehingga tidak terjadi persepsi/paradigma yang menganggap Bawasda adalah “tempat buangan” justru sebaliknya harus dibangun image Bawasda adalah “unit kerja prestisius” yang hanya dapat diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi tertentu.
c. Melakukan koordinasi yang intensif antara Bawasda, BKD, Biro Keuangan, Sekretariat Daerah, dan Badan Diklat dalam rangka mempersiapkan infrastruktur JFA: Organisasi, mutasi dan tata kerja JFA, dan Tunjangan JFA
d. Melakukan koordinasi dengan Perwakilan BPKP setempat dan Pusat Pembinaan JFA

6. Upaya yang dilakukan BPKP untuk memfasilitasi penerapan JFA:
a. Aktif melakukan sosialisasi, asistensi dan fasilitasi penerapan JFA, kegiatan ini dilakukan oleh Pusat Pembinaan JFA dan Perwakilan BPKP setempat;
b. Melakukan penyempurnaan ketentuan JFA untuk mengakomodir kebutuhan penerapan JFA di Bawasda;
c. Aktif melakukan koordinasi dengan MENPAN, BKN, dan LAN dalam rangka memfasilitasi penerapan JFA di Lingkungan Bawasda.
Selasa, 10 Juli 2007 / 16:45:45
User Imran Malik Djunur ( imranmalikdjunur@yahoo.com )
Inspektorat Jenderal Departemen Keuangan | Jakarta | Provinsi DKI Jakarta
Kategori : Ke-JFA-an Topik : Angka Kredit untuk Dalni
Jika Pengendali Teknis melakukan audit pada 2 (dua) kantor secara bersamaan maka jumlah angka kredit (dihitung sejak persiapan audit sampai pelaporan) ditetapkan separuh dari angka kredit tim.

Pertanyaan saya:
Dalam pelaksanaan audit pada 1 (satu) kantor, apakah angka kredit untuk Pengendali Teknis tetap dihitung separuh dari angka kredit untuk tim (dihitung sejak persiapan adut sampai pelaporan) jika audit hanya dilaksanakan pada satu kantor saja ?

PusbinJFA :
Pada dasarnya angka kredit dihitung sesuai rencana HP yang ada dalam anggaran waktu (KM3) dikalikan satuan angka kreditnya per jam per hari.

Dalam Surat Kepala Pusbin JFA Nomor S-60/JF/2/2005 tanggal 10 Januari 2005 tentang Penetapan Jumlah HP Maksimal, HP Pengendali Teknis dan Pengendali Mutu dijelaskan bahwa jumlah HP Pengendali Teknis dan Pengendali Mutu yang pada saat bersamaan melaksanakan lebih dari satu penugasan maka untuk kepentingan angka kredit jumlah HP-nya tidak sama dengan HP Tim dan masing-masing HP dicantumkan dalam rencana anggaran waktu maksimal sama dengan jumlah HP yang tersedia untuk periode penugasan Tim.
Senin, 09 Juli 2007 / 10:48:30
User Tanda Subagio ( tansri_253218@yahoo.com )
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan | Jambi | Provinsi Jambi
Kategori : - Penilaian dan penetapan angka kredit Topik : Penetapan angka kredit S-2
Langsung saja kronologisnya sbb:
1. Saya (sekarang Auditor A Madya/IV-b) sudah mendapat ijazah S-2 sejak 20-2-2002, sudah dapat PAK tahun 2002 dengan angka kredit dari Tim Penilai Pusbin JFA sebesar 25. Saat itu belum berlaku ketentuan UPI S-2, sehingga s.d sekarangpun saya tidak ikut UPI.
2. Menjelang kenaikan pangkat ke Gol IV-b, oleh Tim Penilai Pusbin JFA angka kredit S-2 sebesar 25 tersebut dalam PAK tahun 2005 masih tetap diakui (tidak dikoreksi).
3. Tetapi berikutnya waktu diperiksa Inspekstorat, angka kredit 25 tersebut dikoreksi, namun saya masih dapat naik pangkat ke IV-b. Sebelumnya saya mendapat informasi dari Sub Bag Pengangkatan & Kepangkatan Pegawai I bahwa setelah IV-b angka kredit S-2 yang dikoreksi tersebut dapat dimasukkan lagi, tidak perlu ikut UPI.
4. Berdasarkan poin 3 tersebut, dengan gol IV-b saya masukkan lagi sebesar 25 ke dalam SPMK, tetapi oleh Tim Penilai Pusbin dikoreksi lagi. Posisi sekarang s.d 31-12-2006 angka kredit S-2 belum masuk/diakui.
5. Pertanyaan : atas dasar apa Tim Pusbin JFA mengoreksi pada poin 4 tersebut? Peraturan apa yang mendasari ucapan Kasubag tersebut bahwa kalau sudah IV-b (pangkat lebih tinggi) ijazah S-2 dapat dimasukkan ke SPMK dan tidak perlu ikut UPI? Terima kasih atas jawabannya dan kalau bisa via email saya.

PusbinJFA :
Sesuai ketentuan dalam Lampiran SE Sesma Nomor 1460/SU/02/2003 tanggal 15 Agustus 2003 angka 5, dinyatakan bahwa PNS yang dikecualikan dari UPI IV adalah:
1. PNS yang memperoleh ijazah Magister (S2) dari tugas belajar sebagaimana Pasal 20 PP Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2002
2. PNS yang tidak menduduki jabatan fungsional tertentu, memiliki pangkat Pembina Tingkat I, Gol/ruang IV b dan memperoleh ijazah Magister (S2), karena pangkat yang dimiliki telah lebih tinggi dari jenjang pangkat tertinggi berdasarkan ijazah yang diperolehnya
3. Pejabat fungsional tertentu yang memperoleh ijazah Magister (S2) pada bidang studi yang merupakan kelompok unsur penunjang dalam perhitungan angka kredit

Berdasarkan ketentuan tersebut, Anda bukan termasuk dalam PNS yang dikecualikan dari UPI IV. Oleh karena itu pengakuan angka kredit dan pemakaian gelar akademik dalam PAK untuk peningkatan ijazah S2-nya tetap diwajibkan mengikuti UPI IV.
Jum'at, 06 Juli 2007 / 05:28:52
User Amir Hamzah ( amirtop@yahoo.com )
Badan Pengawas Daerah Kota Tegal | Tegal | Provinsi Jawa Tengah
Kategori : - Penilaian dan penetapan angka kredit Topik : register akuntan
Apakah Register Akuntan yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan dapat diperhitungkan dalam Angka Kredit ?
Jika Ya, Angka Kredit yang diperhitungkan berapa?

PusbinJFA :
Jawaban atas pertanyaan Anda dapat melihat pertanyaan yang diajukan oleh Saudara Siswanto pada tanggal 5 Juni 2007.

Sambutan Kepala Pusbin JFA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wa Barakatuh...
Kapus