Tanya Jawab

Forum Konsultasi

Ke-JFA-an

Untuk menghindari duplikasi pertanyaan, silahkan gunakan form pencarian dibawah ini.
Pencarian Konsultasi :


Selasa, 19 Pebruari 2008 / 08:39:30
User Okmel derita ( Derita_Okmel@yahoo.co.id )
Badan Pengawas Daerah Kota Solok | Solok | Provinsi Sumatera Barat
Kategori : - Lain-lain Topik : Kesetaraan Tunjangan Fungsional Auditor Dengan Struktural
Saya ingin menanyakan bagaimana kesetaraan tunjangan, baik tunjangan fungsional maupun tunjangan daerah (tambahan penghasilan PNS) antara fungsional Auditor dengan struktural pada Bawasda. mohon dikirimkan peraturan yang melandasi dan bunyi peraturannya. terimakasih.
cat : seandainya bisa mohon dikirim ke Bawasda Kota Solok
Jl. Cidur Matto no.30 Solok Telp/Fax (0755)20073

Trimakasih
Wassalam


Okmel Derita

PusbinJFA :
Pemberian tunjangan jabatan baik struktural maupun fungsional pada dasarnya diberikan sesuai dengan jenjang jabatan yang didudukinya. Hanya saja masing-masing besaran tunjangannya berbeda.

Pemberian tunjangan jabatan fungsional auditor didasarkan pada Perpres Nomor 66 Tahun 2007 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Auditor yang besarannya dalam rentang antara Rp240.000,00 (untuk Auditor Pelaksana) sampai dengan Rp1.200.000,00 (untuk Auditor Utama).

Sedangkan pemberian tunjangan jabatan struktural didasarkan pada Perpres Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tunjangan Jabatan Struktural yang besarannya dalam rentang antara Rp360.000,00 (untuk Eselon V A) sampai dengan Rp5.500.000,00 (untuk Eselon I A).

Kedua peraturan tersebut dapat Saudara unduh dari website BPKP dengan link http://www.bpkp.go.id/index.php?idunit=13&idpage=900.
Selasa, 19 Pebruari 2008 / 06:26:35
User Sri Datu Karaeng ( toraja09@yahoo.com )
Badan Pengawas Daerah Kabupaten Tana Toraja | Makale | Provinsi Sulawesi Selatan
Kategori : Ke-JFA-an Topik : persyaratan mengikuti diklat
1. Apakah CPNS dibolehkan mengikuti Diklat pembentukan Auditor Ahli.
2. Apa saja persyaratan berkas untuk mengikuti diklat ini.
3. Kapan batas waktu pengiriman berkas
4.Adakah batas Jumlah peserta Diklat untuk tiap Kabupaten

Terimakash Informasinya

PusbinJFA :
1. Seorang CPNS dapat mengikuti diklat Pembentukan Auditor Ahli apabila ybs masuk menjadi CPNS dalam formasi sebagai auditor dan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Memiliki ijazah serendah-rendahnya Sarjana (S 1) atau D IV dengan kualifikasi yang ditentukan oleh Instansi Pembina atau yang sederajat yang status ijazahnya telah dipersamakan oleh Departemen Pendidikan Nasional
b. Memiliki pangkat serendah-rendahnya Penata Muda golongan ruang III/a
c. Diusulkan oleh Kepala/Pimpinan Unit Organisasi yang bersangkutan

2. Berkas yang harus disampaikan dalam pengajuan calon peserta diklat Pembentukan Auditor Ahli adalah:
a. Surat usulan dari Kepala/Pimpinan Unit Organisasi yang bersangkutan dengan menyebutkan NIP, Nama, Gelar, Golongan dan Jabatan calon yang diusulkan
b. Fotocopy SK CPNS/SK PNS
c. Fotocopy ijazah terakhir yang telah diakui secara kedinasan

3. Berkas tersebut dapat disampaikan setiap awal tahun ataupun sepanjang tahun ke Perwakilan BPKP setempat (dalam hal ini Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan)

4. Penetapan jumlah peserta diklat tidak dibatasi per Kabupaten tetapi disesuaikan antara jumlah calon peserta diklat yang mendaftar dengan jumlah kelas yang tersedia.

Senin, 18 Pebruari 2008 / 19:29:13
User amirullah ( amir_rullah68@yahoo.com )
Badan Pengawas Daerah Kabupaten Aceh Barat | banda aceh | Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
Kategori : - Kenaikan jabatan dan pangkat PFA Topik : kenaikan pangkat dan jabatan
seorang auditor pelaksana lanjutan gol IIIa berdasarkan SK Gub telah naik pangkat menjadi Auditor ahli pertama/IIIb. Ybs belum lulus Diklat penjenjangan Ahli. Pengusulan kenaikannya tanpa sepengetahuan Subbag Kepegawaian, sekarang ybs mengajukan tunjangan J{A terbaru Rp. 300.000, Bagaimana Subbag Kepegawaian menyikapinya? Terima kasih

PusbinJFA :
Berdasarkan Pasal 25 KepmenPAN Nomor: 19/1996, Auditor Trampil dapat dipindahkan menjadi Auditor Ahli, apabila Auditor Trampil yang bersangkutan mempunyai pendidikan S1/DIV yang sesuai dengan kualifikasinya atau yang sederajat dan memperoleh sertifikat keahlian yang pengaturannya ditentukan oleh Instansi Pembina.
Berdasarkan ketentuan tersebut, perpindahan jabatan ke Auditor Ahli yang bersangkutan tidak dapat dibenarkan, apalagi proses pengusulannya tanpa sepengetahuan Kasubag Kepegawaian. Atas permasalahan tersebut, Surat Keputusan Kenaikan Jabatan yang bersangkutan harus ditinjau kembali dan tunjangan JFA tetap diberikan berdasarkan jabatan Auditor Pelaksana Lanjutan sesuai dengan PP Nomor: 66 Tahun 2007.
Sedangkan kenaikan pangkatnya dari III/a ke III/b dapat diberlakukan dengan persyaratan telah memiliki sertifikat Lulus Pembentukan Auditor Terampil dan memenuhi perolehan angka kredit serta masih dalam jenjang Auditor Terampil.
Senin, 18 Pebruari 2008 / 12:02:10
User Tatang ( jatim@bpkp.go.id )
Perwakilan BPKP Prov. Jatim | Surabaya | Provinsi Jawa Timur
Kategori : Ke-JFA-an Topik : Angka Kredit Penyesuaian Ijazah
Seorang PFA memiliki STTPL Lulus UPI III tanggal 1 Juli 2005 .Sesuai ketentuan kepada ybs dapat diberikan tambahan nilai kredit sebesar 40 unsur Pendidikan. Namin sebelum STTPL terbit ybs telah mengajukan angka kredit periode penilaian per 30 Juni 2005 sbs 25 dan disetujui Tim Penilai dengan mendasarkan pada pengumuman kelulusan bukan pada STTPL.
Pertanyaan :
Dapatkah kepada yang bersangkutan diberikan tambahan angka kredit sebesar 15 sehingga menjadi 40, mengingat STTPL tanggal 1 Juli 2005.

PusbinJFA :
1. Berdasarkan butir III Lampiran I Peraturan Kepala BPKP Nomor PER-1275/K/JF/2006 tanggal 31 Oktober 2006 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan MENPAN Nomor PER/60/M.PAN/2005 tentang Perubahan atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II KepMENPAN tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya untuk JFA di Lingkungan APIP antara lain diatur bahwa auditor yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah dari D III ke Sarjana (S 1) tambahan angka kreditnya adalah sebesar 40 angka kredit

2. Selanjutnya sesuai dengan butir III angka 1 peraturan tersebut di atas, antara lain diatur pula bahwa auditor yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah dari D III ke Sarjana (S 1) tambahan angka kreditnya adalah sebesar 40 angka kredit

3. Bagi auditor yang lulus UPI tanggal 1 Juli 2005 dan angka kredit untuk unsur pendidikan telah diakui sebesar 25 angka kredit pada DUPAK yang disampaikan pada periode 1 Januari 2005 s.d. 30 Juni 2005 atau periode penilaian angka kredit bulan Juli 2005, maka auditor tersebut tetap berhak atas tambahan angka kredit sebesar 15 angka kredit, sehingga angka kredit tambahan untuk pendidikan sebesar 40 angka kredit.
Senin, 18 Pebruari 2008 / 06:37:45
User joko triyono ( joko_bwsmgl@yahoo.co.id )
Badan Pengawas Daerah Kota Magelang | Magelang | Provinsi Jawa Tengah
Kategori : - Kenaikan jabatan dan pangkat PFA Topik : Kenaikan pangkat
Yth, Pusbin JFA
Saya diangkat menjadi CPNS TMT 1 Januari 2005 Pangkat/Gol II/ c, diangkat PNS Pangkat/Gol II c TMT 1 April 2006, diangkat menjadi PFA melalui pengangkatan pertama TMT 1 Juli 2007 Pangkat/Gol II c dengan angka kredit 71,3200. Hasil PAK periode s/d Desember 2007 sebesar 80,4000 dengan perincian :
pendidikan 64,0000
Pengawasan 12,7500
Pengembangan profesi 1,1500
penunjang 2,5000
Pertanyaan:
1.Bagaimana perhitungan angka kredit untuk kenaikan pangkat bagi PFA yang melalui pengangkatan pertama?
2.Apakah perolehan angka kredit sebelum diangkat menjadi PFA sebesar 71.3200 dapat menambah perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat?
2.Apakah saya dapat naik pangkat ke Pangkat/Gol II/d per 1 April 2008?
Mohon penjelasan dan terima kasih


PusbinJFA :
1.Perhitungan angka kredit untuk kenaikan pangkat auditor yang diangkat melalui Pengangkatan Pertama atau pun Perpindahan adalah sama, yaitu dengan urutan penghitungan sbb:
a.paling rendah 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama, termasuk di dalamnya paling rendah 75% (tujuh puluh lima persen) angka kredit unsur utama harus berasal dari unsur pengawasan dan pengembangan profesi.
b.Memenuhi angka kredit pengembangan profesi selama masa kepangkatan terakhir, untuk Auditor Pelaksana sekurang-kurangnya 1 angka kredit .
c.angka kredit berasal dari unsur penunjang paling tinggi 20 % (dua puluh persen).

2.Angka kredit yang diperoleh sebelum diangkat JFA menjadi dasar untuk pengangkatan dalam JFA dan dapat diperhitungkan untuk kenaikan pangkat/jabatan.

3.Jumlah perolehan angka kredit Saudara untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi belum dapat dipertimbangkan untuk kenaikan pangkat periode April 2008 ke II/d karena perolehan angka kredit s.d. 31 Desember 2007 baru 16,400 (pendidikan=0, pengawasan=12,750, pengembangan profesi=1,150 dan penunjang=2,500) sedangkan kebutuhan untuk kenaikan pangkat adalah 20,000 angka kredit meskipun secara kumulatif perolehan angka kredit Saudara per 31 Desember 2007 sebesar 80,400. Cara perhitungan lihat dalam Lampiran 1 Peraturan Kepala BPKP Nomor PER-727/K/JF/2007 tanggal 29 Mei 2007.

Sambutan Kepala Pusbin JFA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wa Barakatuh...
Kapus
 

Konsultasi

Layanan untuk APIP yang ingin berkonsultasi seputar Jabatan Fungsional Auditor
Konsultasi
 
 

Galeri

Galeri foto kegiatan-kegiatan Pusbin JFA
Galeri Foto
 

Profil

Data Auditor BPKP, APIP Pusat, dan APIP Daerah Per Agustus 2015
Profil Auditor APIP 2015
 

Laporan Kinerja

Laporan Kinerja Pusbin JFA Tahun 2014
LAKIP 2014