Tanya Jawab

Forum Konsultasi

Ke-JFA-an

Untuk menghindari duplikasi pertanyaan, silahkan gunakan form pencarian dibawah ini.
Pencarian Konsultasi :


Rabu, 01 Agustus 2007 / 17:46:18
User Fredy Joko ( fredjoko@yahoo )
Lain-lain | MAC-BPKP Jakarta Timur | Provinsi DKI Jakarta
Kategori : Ke-JFA-an Topik : Format PAK baru.
Saat ini saya sedang mengajukan angka kredit, ada pertanyaan dengan perubahan format PAK yang baru:
1. Kolom 6 jumlah AK yang diperolrh untuk KJ/KP, angkanya diperoleh dari mana? Apakah kolom 6 tersebut diperoleh dari selisih antara angka PAK terakhir saat naik pangkat dengan angka PAK semester 2 tahun 2006 ditambah perolehan angka kredit semester 1 2007?

2. Apakah untuk naik pangkat dan jabatan, AK harus diperoleh dari nol lagi? artinya seperti perolehan AK pengembangan profesi pada PAK yang dulu sebelum perubahan or AK yang telah dipergunakan untuk naik pangkat/jabatan tidak bisa diakumulasi/dipakai lagi?

Masukan:
Jika penilaian seluruh unsur AK untuk naik pangkat/jabatan seperti perhitungan pengembangan profesi seperti PAK versi lama, para JFA cenderung akan mencari AK yang belum memenuhi target (komposisi yang dipersyaratkan) sedangkan unsur AK yang sudah memenuhi target akan diabaikan, karena rugi tidak bisa ditabung. Karena jika sudah naik pangkat, AK yang diperhitungkan akan nol lagi atau dimulai dari nol.


PusbinJFA :
1. Angka kredit untuk kolom KJ/KP (kolom 6) pada format PAK yang baru diperoleh dengan mengurangkan antara angka kredit kumulatif pada PAK terakhir dengan angka kredit PAK terakhir pada saat naik pangkat

2. Untuk kenaikan pangkat dan atau jabatan angka kredit dihitung dari selisih angka kredit kumulatif pada PAK terakhir dengan angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan (dapat ditabung) kecuali untuk angka kredit pengembangan profesi bersifat perolehan tambahan (delta) dari angka kredit terakhir kenaikan pangkat/jabatan
Rabu, 01 Agustus 2007 / 12:37:43
User Anis ( ann1sha@yahoo.com )
Perwakilan BPKP Prov. Jatim | Surabaya | Provinsi Jawa Timur
Kategori : - Penyusunan dan pengujian karya tulis ilmiah Topik : Artikel Ilmiah
Dengan adanya perubahan transfer informasi ke era digital, bagaimana apabila PFA menyusun artikel ilmiah yang dipublikasi melalui internet (website) atau intranet ?
Terimakasih.

PusbinJFA :
Artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui internet dapat diberikan angka kredit sepanjang artikel ilmiah tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Kepala/Pimpinan Unit Kerja tempat PFA bertugas.

Dasar dari pengesahan tersebut adalah rekomendasi dari Penguji. Rekomendasi tersebut diberikan melalui mekanisme pengujian yang sistematis yang didasarkan pada jenis artikel ilmiah yang disusun oleh PFA. Mekanisme pengujian tersebut berpedoman pada Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-911/K/JF/2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Pengujian Karya Tulis Ilmiah yang dapat Anda download dari website BPKP laman Pusbin JFA.
Rabu, 01 Agustus 2007 / 11:38:30
User Dandy Yudha Feryawan ( dandy_yudha@yahoo.com )
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian | Jakarta Pusat | Provinsi DKI Jakarta
Kategori : - Penilaian dan penetapan angka kredit Topik : Pembentukan Tim Penilai Angka Kredit
Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan penetapan angka kredit bagi APIP yang belum memiliki Tim Penilai Angka Kredit, yaitu :

1. Bagaimana jika komposisi keanggotaan tim penilai angka kredit, jumlah auditor lebih sedikit dari yang non-auditor? Adakah jumlah anggota minimal tim penilai angka kredit?

2. Berkaitan dengan poin-poin dari unsur pengawasan, apakah calon PFA terampil pemula dapat diberi angka kredit dari unsur-unsur pengawasan yang berada di area auditor ahli? (misalnya dalam hal menyusun laporan atau tugas-tugas auditor ahli lainnya yang dilaksanakan oleh auditor terampil)

Terimakasih atas pembinaannya, mohon bantuan sebesar-besarnya.

PusbinJFA :
1. Jumlah minimal Tim Penilai Angka Kredit adalah 7 orang yaitu Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan 4 (empat) orang Anggota. dalam hal unit organisasi jumlah auditor kurang dari 50 orang, maka penetapan anggota Tim Penilainya akan dilakukan tersendiri oleh Kepala BPKP atau Pejabat lain yang ditunjuk. Lihat Keputusan Kepala BPKP Nomor: 13.00.00-125/K/1997 tentang Juknis Ketentuan dan Pelaksanaan JFA dan Angka Kreditnya, angka VII huruf D: Tim Penilai.

2. Dalam kondisi tertentu seorang Auditor Pelaksana bisa memperoleh tugas limpah ke atas yaitu melaksanakan tugas Auditor Ahli berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Organisasi. Angka kredit diberikan sebesar satuan angka kredit maksimal di jenjang terampil yang diduduki, Lihat Keputusan Kepala BPKP tersebut di atas pada huruf B: Tugas Limpah.

Rabu, 01 Agustus 2007 / 08:16:08
User arlen ( - )
Badan Pengawas Daerah Kota Manado | manado | Provinsi Sulawesi Utara
Kategori : - Lain-Lain Topik : kompetensi auditor
Item apakah yang diperlukan dalam mengukur kompetensi auditor?

PusbinJFA :
Pertanyaan Anda senada dengan pertanyaan Sdr. M. Reward pada tanggal 21 Juni 2007 dan 26 Juni 2007. Silahkan melihat jawaban atas kedua pertanyaan tersebut.
Rabu, 01 Agustus 2007 / 05:01:45
User Tatang Supriyadi ( supriyaditatang@yahoo.com )
Perwakilan BPKP Prov. Jabar | Bandung | Provinsi Jawa Barat
Kategori : Ke-JFA-an Topik : Laporan Angka Kredit Ketika Diperbantukan pada Instansi Lain di Luar Daerah
Saya Auditor Ahli Madya di Perwakilan BPKP Prov Jabar sejak 1 November 2005 s/d 31 Desember 2006 ditugaskan Di BRR Banda Aceh.

Pada tanggal 2 Desember 2005 ketika saya di Banda Aceh keluar penetapan angka kredit saya untuk periode 1 September 2004 s/d 30 Juni 2005 dengan penjelasan adanya perbedaan angka kredit antara yang diusulkan dengan menurut Tim penilai yaitu untuk unsur utama pengawasan dari yang diusulkan 17,187 namun yang disetujui 4,800 sehingga ada perbedaan 12,387 dengan alasan belum dilengkapi dokumen norma hasil.

Sepulang dari Banda Aceh bulan Januari 2007 saya mulai mengumpulkan dokumen norma hasil tersebut dan bulan Juli 2007 saya lampirkan dan usulkan kembali di Laporan angka kredit periode Januari s/d Juni 2007, namun pengusulan kembali tersebut ditolak oleh Pejabat pengusul di daerah dengan alasan sudah lewat 3 semester.

Apakah benar saya tidak dapat mengusulkan kembali angka kredit saya yang 12,387 tersebut, bukankah dalam periode tersebut saya sedang bertugas di Banda Aceh ?

PusbinJFA :
Pada dasarnya kegiatan yang belum dilengkapi dokumen hasil kegiatan (norma hasil) dapat diusulkan kembali setelah dilengkapi dokumen pendukungnya dengan syarat tidak boleh melewati tiga semester.

Ketentuan terkait dengan batas waktu periode pengakuan angka kredit diatur dalam butir 12, SE-1079/JF/1/2002 tanggal 30 Desember 2002 perihal Penegasan Hasil Rakor Kepegawaian dan JFA tahun 2002.

Forum Diskusi APIP

Sarana berbagi pengetahuan, aspirasi dan informasi antar auditor di lingkungan APIP
Forum
 

Pengumuman Ujian

Layanan pengumuman online ujian sertifikasi Jabatan Fungsional Auditor
Ujian Online
 
 

Produk

Produk-produk peraturan Pusbin JFA
Forum
 

Galeri

Galeri foto kegiatan-kegiatan Pusbin JFA
Ujian Online
 

Profil

Data Auditor BPKP, APIP Pusat, dan APIP Daerah Per 30 Juni 2014
Profil Auditor