Tanya Jawab

Forum Konsultasi

Ke-JFA-an

Untuk menghindari duplikasi pertanyaan, silahkan gunakan form pencarian dibawah ini.
Pencarian Konsultasi :


Rabu, 26 Maret 2008 / 19:19:19
User yogi ( yogi@yahoo.com )
Pemerintah Kota Solok | solok | Provinsi Sumatera Barat
Kategori : Ke-JFA-an Topik : diklat jfa
Kami sudah 2 kali mengirimkan daftar peserta untuk ikut diklat yaitu tahun 2007 dan 2008, namun sampai sekarang belum ada panggilan (a.n yogi hendrasworo). kami sangat membutuhkan tenaga auditor, karena di kota solok masih kekurangan tenaga auditor. mohon jawaban dan tindak lanjut. terimakasih

PusbinJFA :
Berdasarkan data yang ada di Pusbin JFA, usulan calon peserta diklat a.n. Yogi Hendrasworo dari Bawasda Kota Solok baru kami terima tanggal 13 Maret 2008 berdasarkan surat Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat Nomor S-837/PW03/1/2008 tanggal 3 Maret 2008.

Sebelum meneruskan surat usulan dari unit kerja APFP, Perwakilan BPKP melakukan pengujian atas kelengkapan dan kesesuaian persyaratan sesuai dengan jenjang diklat yang akan diikuti. Persyaratan tersebut sebagaimana tertuang dalam Bab IX Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-06.04.00-847/K/1998 tentang Pola Pendidikan dan Pelatihan Auditor bagi APFP.

Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan maka calon peserta tersebut akan diteruskan ke Pusat Pembinaan JFA dan dimasukkan dalam daftar nominatif calon peserta diklat. Penetapan calon peserta diklat menjadi peserta diklat definitif dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah kelas yang tersedia dan sebaran calon peserta diklat di tiap unit kerja APFP.
Senin, 24 Maret 2008 / 13:27:19
User Fauzi ( ozinet67@yahoo.com )
Inspektorat Jenderal Departemen Luar Negeri | jakarta | Provinsi DKI Jakarta
Kategori : - Penilaian dan penetapan angka kredit Topik : sertifikat telah mengikuti
Ass. wr.wb.
Pengasuh forum tanya jawab yg kami hormati, saya telah selesai mengikuti diklat penjenjangan ketua tim di Pusdiklatwas BPKP, Bogor. Saya bermaksud membuat DUPAK periode januari - juni 2008. Apakah sertifikat telah mengikuti diklat dapat dinilai untuk menambah Angka Kredit saya ?

Demikian, terima kasih.

Wassalam

PusbinJFA :
Sesuai dengan prinsip Norma Hasil, perlakuan saat pemberian angka kredit atas kegiatan Diklat selama ini adalah menganut prinsip saat tercapainya Norma Hasil sesuai dengan tujuan diselenggarakan diklat.

Untuk Diklat yang tujuannya hanya mengikuti dan tidak ada evaluasi berupa ujian (misalnya Diklat Matrikulasi atau Diklat Teknis Substantif), maka angka kredit dapat diberikan saat seorang PFA telah selesai mengikuti diklat (dengan memperoleh ”Sertifikat Mengikuti Diklat”). Sedangkan untuk Diklat yang mewajibkan adanya kelulusan (misalnya Diklat Sertifikasi JFA), maka angka kredit diberikan setelah PFA yang bersangkutan lulus dan memperoleh Sertifikat Kelulusan (STTPP).

Dalam kasus Saudara maka sertifikat MENGIKUTI diklat penjenjangan ketua tim yang Saudara miliki TIDAK dapat diajukan angka kreditnya. Angka kredit untuk kegiatan diklat tersebut baru dapat diajukan setelah Saudara memiliki sertifikat LULUS diklat penjenjangan ketua tim. Pembahasan lebih lanjut mengenai hal tersebut dapat Anda lihat di Himpunan Tanya Jawab Seputar JFA Tahun 2002 dan 2004 yang dapat Anda unduh dari website BPKP laman Pusbin JFA.
Minggu, 23 Maret 2008 / 18:35:19
User sabirin ( sabirin.sabirin@yahoo.co.id )
Badan Pengawas Daerah Kabupaten Pontianak | mempawah | Provinsi Kalimantan Barat
Kategori : Ke-JFA-an Topik : penyesuaian angka kredit
Saya auditor penyelia III/c pada akhir tahun 96 saya mengikuti tubel (mgtr) dan april 2007 mendapat sk pemberhentian dari jabatan auditor dengan angka kredit terakhir (maaf : saya lupa) dan sblm sk pemberhentian saya telah mengumpulkan angka kredit 61,23 tetapi blm diperhitungkan dlm sk tsb, apakah stlh selesai pddk dan saya kembali ke jabatan semula dpt memperhtungkan angka kredit tsb, dan apakah saya bisa langsung menyesuaikan pada jabatan auditor ahli (saya tlh lulus sertifikasi auditor ahli anggota tim). Terima kasih atas jawabannya.

PusbinJFA :
Tata cara pengajuan dan penilaian angka kredit auditor diatur dalam Surat Kepala BPKP No. KEP-817/K/JF/2002 tentang Prosedur Kegiatan Baku Penilaian dan Penetapan Angka Kredit bagi PFA di Lingkungan APIP.

Berdasarkan ketentuan tersebut angka kredit yang belum Saudara ajukan merupakan penilaian angka kredit reguler. Oleh karena itu Saudara tidak dapat mengajukan angka kredit untuk kegiatan yang telah lebih dari satu tahun atau dua kali periode penilaian reguler setelah kegiatan tersebut selesai dilaksanakan. Seharusnya sebelum keluar SK Pembebasan, angka kredit Saudara telah dinilai sampai dengan periode pembebasan tersebut.

Untuk pengangkatan kembali, Saudara bisa diangkat dalam jabatan Auditor Ahli jika memang telah lulus sertifikasi Pembentukan Auditor Ahli dan memenuhi persyaratan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun mengingat Saudara sudah golongan III/c, Saudara dapat memilih diangkat kembali dalam jabatan Auditor Penyelia terlebih dahulu dan diangkat dalam Auditor Ahli Muda setelah memperoleh Sertifikat Ketua Tim sehingga mendapat tunjangan JFA-nya tidak lebih kecil dari tunjangan Auditor Penyelia (tunjangan Auditor Ahli Pertama lebih kecil daripada Auditor Penyelia).
Sabtu, 22 Maret 2008 / 08:15:14
User Aan Juanda ( juanda95@yahoo.com )
Badan Pengawas Daerah Kabupaten Lampung Tengah | Gunung Sugih | Provinsi Lampung
Kategori : - Lain-Lain Topik : pemberhentian sementara dari JFA bagi auditor yg belum lulus JFA
Di BAWASDA Kab Lampung TEngah terdapat 22 orang ysng telah diangkat ke dalam jabatan fungdional auditor yang semuanya itu diangkat melalui Impasing TMT 1 Maret 2005.
Sampai dengan 1 Maret 2008 ini baru kira kira 10 orang yang telah meiliki sertifikasi LULUS JFA sementara sisanya belum lulus.
Kalau tidak salah ada aturan yang menyebutkan bahwa setelah diangkat ke dalam JFA melalui impasing paling lambat 2 tahun setelah diangkat harus memiliki sertifikat LULUS JFA. Saya ingin bertanya bagaimana tindak lanjut atau status JFA dari masing masing orang yang belum lulus JFA (sekitar 12 orang), apakah tetap menduduki JFA tersebut dan tetap menerima tunjangan JFA atau diberhentikan sementara atau ada opsi yang lain.
KArena di salah satu aturannya (Saya lupa nomor peraturannya)yang mengatur tentang poin bahwa setiap JFA melalui impasing paling lambat 2 tahun setelah diangkat harus memiliki sertifikat LULUS JFA jika tidak dia tidak dapat menjalankan fungsinya, disana tidak disebutkan secara eksplisit bahwa yang tidak LULUS selama 2 tahun itu harus berhenti sementara dari jabatan JFA.
Mohon penjelasannya karena saat ini Inspektur Kab Lampung Tengah tengah mencari dasar hukum yang pasti tentang status dari para pejabat auditor yang sejak 1 Maret 2005 s/d 1 Maret 2008 belum LULUS JFA walaupun telah dikirim diklat JFA. Karena disini terkait dengan hak mereka menerima tunjangan JFA tersebut.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

PusbinJFA :
Berdasarkan Surat Kepala BPKP nomor: S-772/K/JF/2003 tanggal 21 Juli 2003 hal Juknis Inpassing, PNS yang diinpassing memang diwajibkan memperoleh sertifikasi lulus diklat sertifikasi JFA sesuai dengan jenjang jabatan Auditor yang didudukinya dalam waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal diinpassing. Dan berdasarkan Pasal 21 Keputusan Bersama Kepala BKN, Sekjen BPK, dan Kepala BPKP Nomor 10 Tahun 1996; Nomor 49/SK/S/1996; Nomor Kep-386/K/1996, apabila dalam masa 2 (dua) tahun Auditor tidak berhasil memperoleh sertifikat yang diperlukan, maka Auditor tersebut tidak dapat berperan sesuai dengan jabatannya.

Dalam ketentuan tersebut memang tidak menyebutkan bahwa Auditor yang tidak memenuhi sertifikasi yang diperlukan tersebut dibebaskan sementara dari JFA, namun jika seorang Auditor belum lulus sertifikasi meskipun telah mengikuti diklat berulang kali, maka pejabat yang berwenang (Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah) dapat mempertimbangkan apakah yang bersangkutan memiliki kompetensi dan prestasi kerja yang baik sehingga tetap ditempatkan sebagai auditor, atau mungkin lebih tepat bagi yang bersangkutan dan bagi kinerja pemerintah daerah jika ditempatkan di unit kerja lainnya. Ketentuan pembebasan/pemberhentian dari JFA yang disebabkan karena tidak bisa memenuhi sertifikasi auditor (meskipun sudah memperoleh kesempatan diklat) tersebut bersifat kebijakan interen. Sebagai contoh ada suatu unit pengawasan yang mengeluarkan kebijakan bahwa Auditor yang telah menempuh 4 kali ujian dan belum lulus maka akan diberhentikan dari JFA.
Rabu, 19 Maret 2008 / 11:34:23
User James Manalu ( manalu.james@yahoo.com )
Inspektorat Jenderal Departemen Penerangan | jakarta | Provinsi DKI Jakarta
Kategori : Ke-JFA-an Topik : Klarifikasi
Mengapa Diklat BPKP tidak menerima semua peserta yang diajukan oleh setiap Instansi. Terima kasih

PusbinJFA :
Setiap unit kerja di lingkungan APFP diberikan kesempatan untuk mengusulkan calon peserta diklat sertifikasi JFA dari unit kerjanya. Namun demikian untuk dapat ditetapkan sebagai peserta diklat definitif maka calon peserta tersebut harus diuji kesesuaiannya dengan persyaratan yang ditetapkan.

Persyaratan tersebut mengacu pada persyaratan yang tertuang dalam Bab IX Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-06.04.00-847/K/1998 tentang Pola Pendidikan dan Pelatihan Auditor bagi APFP.

Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan maka calon peserta tersebut akan dimasukkan dalam daftar nominatif calon peserta diklat. Penetapan calon peserta diklat menjadi peserta diklat definitif dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah kelas yang tersedia dan sebaran calon peserta diklat di tiap unit kerja APFP.

Sambutan Kepala Pusbin JFA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wa Barakatuh...
Kapus
 

Konsultasi

Layanan untuk APIP yang ingin berkonsultasi seputar Jabatan Fungsional Auditor
Konsultasi
 
 

Galeri

Galeri foto kegiatan-kegiatan Pusbin JFA
Galeri Foto
 

Profil

Data Auditor BPKP, APIP Pusat, dan APIP Daerah Per Agustus 2015
Profil Auditor APIP 2015
 

Laporan Kinerja

Laporan Kinerja Pusbin JFA Tahun 2014
LAKIP 2014