Tanya Jawab

Forum Konsultasi

Ke-JFA-an

Untuk menghindari duplikasi pertanyaan, silahkan gunakan form pencarian dibawah ini.
Pencarian Konsultasi :


Selasa, 22 Juli 2008 / 04:52:23
User deddy ( fispra2000@yahoo.com )
Badan Pengawas Daerah Kota Magelang | Magelang | Provinsi Jawa Tengah
Kategori : Ke-JFA-an Topik : JFA
Berdasarkan PERMENPAN No. PER/220/M.PAN/7/2008 pada pasal 11, kenapa auditor yang melaksanakan tugas diatas jenjang jabatannya, angka kreditnya justru hanya dinilai sebesar 80 % ? misalnya auditor ahli muda dengan sertifikasi lulus KT namun bertugas sebagai PT.
Begitu pula sebaliknya auditor tsb menjadi AT, justru mendapat nilai sebesar 100%.

Apabila melaksanakan audit operasional reguler sesuai PKPT, masuk penilaiannya dalam kategori apa dan berapa nilainya, sesuai Permenpan yang baru tsb? ( dalam tim terdiri dari auditor terampil, auditor penyelia, auditor ahli pertama,auditor ahli muda sebagai KT dan auditor ahli madya sebagai PT). terima kasih

PusbinJFA :
Merupakan pola umum semua jabatan fungsional yang ditetapkan oleh BKN, yang ditetapkan sesuai dengan kontribusi/kinerja riilnya (dalam hal ini tercermin dari peran yang dilaksanakan).
AK 100% diberikan sesuai dengan peran yang riil dilaksanakan, sedangkan AK 80% bila tugas limpah ke atas lebih dikarenakan auditor tersebut diberikan supervisi yang lebih besar dari atasannya. Seorang auditor yang melaksanakan tugas limpah ke atas, perolehan angka kreditnya lebih tinggi walaupun hanya dengan tarif 80% karena perhitungannya adalah 80% kali tarif peran yang dilaksanakannya.

Audit operasional reguler masuk dalam kelompok Audit Kinerja dengan tarif dasar per jabatan per jam:
- Auditor Madya sebagai Pengendali Teknis 0,03/jam
- Auditor Muda sebagai Ketua Tim 0,02/jam
- Auditor Pertama sebagai Anggota Tim 0,01/jam
Sabtu, 19 Juli 2008 / 10:46:15
User Efriyandi. A, SP ( yandi_insp@yahoo.com )
Badan Pengawas Daerah Kabupaten Limapuluh Koto | Payakumbuh | Provinsi Sumatera Barat
Kategori : Ke-JFA-an Topik : Kepmenpan Nomor 220 Tahun 2008
Saya dengar sudah ada pengganti Kepmenpan Nomor 19 Tahun 1996 tentang Jabatan Fungsional Auditor yaitu Kepmenpan Nomor 220 Tahun 2008, dimanakah saya bisa mendownload atau mendapatkan Kepmenpan Nomor 220 Tahun 2008 tersebut, karena saya membutuhkannya. Terima Kasih.

PusbinJFA :
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:PER/220/M.PAN/7/2008 Tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya dapat Anda unduh dari website BPKP pada link http://www.bpkp.go.id/index.php?idunit=8&idpage=261
Senin, 14 Juli 2008 / 07:09:19
User Sappara AS ( sappara_as@yahoo.com )
Perwakilan BPKP Prov. Sulsel | Makassar | Provinsi Sulawesi Selatan
Kategori : Ke-JFA-an Topik : Pengembangan Profesi
Sesuai surat Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan Nomor S-4408/PW21/2/2007 tanggal 11 Juli 2007, saya dan Kepala Bidang Pengawasan IPP mengikuti sosialisasi Pedoman Optimalisasi penerimaan Negara (OPN) di Hotel Lembah Bukit Raya, Jl. Raya Cipanas Puncak Bogor mulai tanggal 17 Juli 2007 sampai dengan 19 Juli 2007.
Sebagai bahan penilaian oleh Tim Penilai Angka Kredit BPKP Pusat, telah saya kirimkan foto copy Surat penugasan, foto copy SPPD dan simpulan sosialisasi yang telah ditandatangani oleh Kepala Bidang Pengawasan IPP BPKP Sulsel.
Kegiatan tersebut tidak dinilai oleh Tim Penilai Angka Kredit BPKP Pusat dengan alasan saya tidak melampirkan Daftar Hadir dan Notulen.
Apakah benar harus melampirkan Daftar Hadir dan Notulen untuk membuktikan bahwa kegiatan tersebut benar-benar saya laksanakan?

PusbinJFA :
Mengacu pada Surat Kepala BPKP Nomor KEP-817/K/JF/2002 kelengkapan dokumen untuk pengajuan angka kredit kegiatan sosialisasi adalah surat tugas, daftar hadir dan notulen kegiatan tersebut. Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Pusbin JFA di telepon (021) 85910031 pesawat 1115.
Sabtu, 12 Juli 2008 / 19:55:34
User Harry ( harpagar@yahoo.com )
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara | Medan | Provinsi Sumatera Utara
Kategori : - Penilaian dan penetapan angka kredit Topik : Pengangkatan Pertama Dalam JFA
Ketentuan mana yang dipakai oleh BPKP dalam menetapkan angka kredit awal dalam JFA, tolong diperinci dengan jelas.

PusbinJFA :
Angka kredit dihitung berdasarkan besaran angka kredit sebagaimana tertuang dalam KepMENPAN Nomor 19 Tahun 1996. Sedangkan kelengkapan dokumen angka kredit mengacu pada Surat Kepala BPKP Nomor KEP-817/K/JF/2002. Untuk informasi lebih lanjut silahkan Saudara menghubungi Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara.
Kamis, 10 Juli 2008 / 08:28:02
User endang setyarini ( Endang@Setyarini )
Badan Pengawas Daerah Kabupaten Sleman | Sleman | Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Kategori : - Lain-lain Topik : Angka kredit
Saya baru saja mengikuti diklat sertifikasi pengendali teknis, apakah sertifikat mengikuti bisa dinilaikan atau menunggu kalau ujian sertifikasi lulus? kalau bisa dinilaikan aturannya apa mohon penjelasannya

PusbinJFA :
Sesuai dengan prinsip Norma Hasil, perlakuan saat pemberian angka kredit atas kegiatan Diklat selama ini adalah menganut prinsip saat tercapainya Norma Hasil sesuai dengan tujuan diselenggarakan diklat.

Untuk Diklat yang tujuannya hanya mengikuti dan tidak ada evaluasi berupa ujian (misalnya Diklat Matrikulasi atau Diklat Teknis Substantif), maka angka kredit dapat diberikan saat seorang PFA telah selesai mengikuti diklat (dengan memperoleh ”Sertifikat Mengikuti Diklat”). Sedangkan untuk Diklat yang mewajibkan adanya kelulusan (misalnya Diklat Sertifikasi JFA), maka angka kredit diberikan setelah PFA yang bersangkutan lulus dan memperoleh Sertifikat Kelulusan (STTPP).

Dalam kasus Saudari maka sertifikat MENGIKUTI diklat penjenjangan pengendali teknis yang Saudari miliki TIDAK dapat diajukan angka kreditnya. Angka kredit untuk kegiatan diklat tersebut baru dapat diajukan setelah Saudari memiliki sertifikat LULUS diklat penjenjangan pengendali teknis.

Pembahasan lebih lanjut mengenai hal tersebut dapat Anda lihat di Himpunan Tanya Jawab Seputar JFA Tahun 2002 dan 2004 yang dapat Anda unduh dari website BPKP laman Pusbin JFA.

Sambutan Kepala Pusbin JFA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wa Barakatuh...
Kapus