Tanya Jawab

Forum Konsultasi

Ke-JFA-an

Untuk menghindari duplikasi pertanyaan, silahkan gunakan form pencarian dibawah ini.
Pencarian Konsultasi :


Jum'at, 12 Juni 2009 / 09:10:15
User F. Budianto ( febzanto@yahoo.com )
Inspektorat Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan | Jakarta | Provinsi DKI Jakarta
Kategori : Ke-JFA-an Topik : JFA dan Kenaikan Pangkatnya
Salam,
Ada beberapa pertanyaan yang ingin kami ajukan, antara lain :
1. Apakah ada batasan pangkat/golongan ruang seorang PNS untuk diangkat menjadi Pejabat Fungsional Auditor (PFA)? Misalkan dia telah berpangkat III/c atau III/d, apakah harus ikut diklat dasar JFA sehingga dia bersertifikat auditor ahli pertama? Bagaimana dengan yang berpangkat golongan IV?
2. Apabila seorang PNS yang baru diangkat ke PFA ahli pertama bergolongan III/b sedangkan dia sekitar 6 bulan lagi akan naik pangkat secara regular (4 tahun sekali) menjadi III/c apabila dia tidak diangkat jadi PFA, apakah kenaikan pangkatnya harus mengikuti pola sebagai PFA (kalo tidak salah harus berangka kredit > 200 dan telah lulus diklat Ketua Tim) ataukah bisa naik menjadi III/c dulu tanpa harus memenuhi syarat angka kredit > 200 dan lulus diklat Ketua Tim? Banyak kasus yang selalu tertahan kenaikan pangkatnya walaupun secara angka kredit cukup tp selalu terganjal harus lulus diklat penjenjangan. Mohon Penjelasannya.
3. Terkait dengan perhitungan angka kredit, apakah untuk pengajuan PAK tahun 2009 ini sudah harus memakai aturan yang baru ataukan masih menggunakan peraturan BPKP yang tahun 1996? Lalu bagaimanakah penilaiannya bagi auditor ahli pertama, cukup di Instansi dia sendiri ataukah harus BPKP yang menilainya?
4. Mengenai diklat penjenjangan PFA dari BPKP, apakah setiap instansi itu diberi kuota tertentu berdasarkan penilaian BPKP ataukah bebas? Selain itu bagaimanakah pelaksanaan diklat tersendiri oleh instansi PNS yang bersangkutan, apakah ada persyaratan-persyaratan tertentu? Mohon dijelaskan sekalian juga dengan perkiraan jadwal diklat penjenjangan PFA untuk tahun 2009 dan 2010 ini?
Demikian pertanyaan yang ingin kami sampaikan, semoga dapat dijawab oleh pihak Pusbin JFA BPKP.
Terima Kasih

Wassalam,
F. Budianto


PusbinJFA :
Pada dasarnya tidak ada batasan golongan untuk dapat diangkat dalam JFA. Aturan yang berlaku secara umum dalam pengangkatan melalui perpindahan jabatan adalah:
1. PNS yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya, pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional auditor ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dan sertifikat yang dimiliki.
2. PAK yang digunakan sebagai dasar pengangkatan perpindahan ditetapkan oleh Pejabat Yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit.

Dampak PNS yang diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan adalah karir yang bersangkutan dapat lebih bagus apabila perpindahan jabatan dilakukan lebih dini misalnya PNS masih berpangkat Penata Muda, golongan ruang III/a atau paling tinggi Penata,golongan ruang III/c. Namun sebaliknya, apabila perpindahan jabatan dilakukan PNS berpangkat sudah III/d ke atas maka karir PNS tersebut lebih berat mengejar ketertinggalan baik angka kredit maupun kompetensi yang diukur dengan lulus sertifikasi pada jenjang yang akan didudukinya. Hal tersebut tentunya sudah menjadi pertimbangan setiap PNS yang akan berganti karir melalui pengangkatan perpindahan.

Mengenai penilaian AK maka mengacu pada Surat Edaran Kepala Pusbin JFA Nomor SE- 34/K.SU /JF/2009 tentang PERATURAN PERALIHAN PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DALAM RANGKA PENERAPAN PERMENPAN NOMOR : PER/220/M.PAN/7/2008 pada poin 1 dinyatakan bahwa Masa penilaian 1 Juli 2008 s.d. 31 Desember 2008 dan 1 Januari 2009 s.d. 30 Juni 2009 menggunakan peraturan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :19 Tahun 1996, sehingga seluruh ketentuan penilaian (norma yang digunakan) maupun prosedur administrasinya masih menggunakan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :19 Tahun 1996.

Untuk auditor pertama penilaian dan penetapan AK dilakukan di masing-masing unit kerja yang bersangkutan.

Persyaratan diklat berlaku sama untuk seluruh APIP sebagaimana tertuang dalam ketentuan mengenai Pola Diklat. Penetapan peserta diklat per unit kerja APIP diupayakan proporsional dengan jumlah usulan yang diajukan sehingga diharapkan seluruh unit APIP memperoleh kesempatan yang sama untuk dapat mengikuti diklat sertifikasi JFA. Jadwal selengkapnya diklat sertifikasi JFA Tahun 2009 dapat Saudara lihat di website BPKP.

Informasi mengenai pelaksanaan diklat secara mandiri silahkan Saudara berkoordinasi dengan Pusdiklatwas BPKP di nomor telepon (0251) 8248473.
Kamis, 11 Juni 2009 / 04:40:15
User Wiwid ( akmalwijaya@yahoo.com )
Pemerintah Kota Salatiga | Salatiga | Provinsi Jawa Tengah
Kategori : - Pengangkatan ke dalam JFA Topik : Inpassing
Pada bulan april, BPKP sudah melakukan pemetaan pegawai inspektorat daerah yang akan diangkat menjadi JFA baik melalui inpassing maupun perpindahan. Kapan realisasi inpassing akan dilaksanakan? Apa yang harus dipersiapkan inspektorat di daerah untuk persiapan inpassing? Terima kasih

PusbinJFA :
Sampai dengan saat ini ketentuan mengenai pengangkatan dalam JFA dengan perlakuan khusus masih dalam tahap finalisasi. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi dapat segera ditetapkan. Untuk tahap persiapan Saudari dapat berkoordinasi dengan Perwakilan BPKP terdekat.
Selasa, 09 Juni 2009 / 03:24:52
User Yohanna Purnomo ( bejomartodewa@yahoo.com )
Badan Pengawas Daerah Kota Yogyakarta | Yogyakarta | Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Kategori : Ke-JFA-an Topik : penilaian angka kredit
1. Penilaian angka kredit auditor Gol IV/a untuk semester I tahun 2009, apakah harus ke Pusbin atau cukup di instansi, dalam aturan Permenpan 220 Tahun 2008, penilaian cukup di instansi, namun kami mendapat tagihan dari Pusbin JFA untuk mengirim dupak ke Pusbin, mohon penjelasan.
2. Bagaimana cara perhitungan hari pemeriksaan jika ada kasus seperti terjadi di kantor kami :
hari kerja di Pemkot Yogyakarta 6 hari kerja. seorang auditor mendapat surat tugas pemeriksaan reguler di instansi tgl 8 - 23, kemudian mendapat surat tugas pemeriksaan kasus tgl 17 - 24, setelah itu muncul surat tugas pembinaan instansi tgl 25 -26. Bagaimana cara menghitung HP untuk auditor tersebut? Apakah tanggal-tanggal yang bersamaan tersebut tetap dapat dinilai? pada kenyataanya auditor tersebut, bisa menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
Terima kasih atas penjelasannya.

PusbinJFA :
Mengacu pada Surat Edaran Kepala Pusbin JFA Nomor SE- 34/K.SU /JF/2009 tentang PERATURAN PERALIHAN PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DALAM RANGKA PENERAPAN PERMENPAN NOMOR : PER/220/M.PAN/7/2008 pada poin 1 dinyatakan bahwa Masa penilaian 1 Juli 2008 s.d. 31 Desember 2008 dan 1 Januari 2009 s.d. 30 Juni 2009 menggunakan peraturan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :19 Tahun 1996, sehingga seluruh ketentuan penilaian (norma yang digunakan) maupun prosedur administrasinya masih menggunakan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :19 Tahun 1996.

Penugasan tanggal 25-26 tidak menjadi masalah karena tidak bersamaan dengan penugasan lainnya, sehingga bisa diakui secara utuh.
Sedangkan penugasan tanggal 8-23 dan 17-24 dapat diakui secara penuh dengan syarat peran auditor tersebut sebagai ketua tim atau anggota tim dan HP maksimal per semester tidak dilampaui. Pengajuan penilaian AK tersebut harus dibuktikan dengan norma hasil yang sesuai dengan penugasan yang dilakukannya dan disetujui oleh atasan langsung (disertai SPMK).

Senin, 08 Juni 2009 / 12:07:59
User M. Yusuf Awaluddin ( yousuf_020680@yahoo.co.id )
Inspektorat Jenderal Departemen Perdagangan | DKI Jakarta | Provinsi DKI Jakarta
Kategori : - Pengangkatan ke dalam JFA Topik : PermenPAN 220 dan Juklaknya
dalam aturan yang baru apakah seorang PNS yg belum lulus sertifikasi dapat diangkat menjadi Jabatan Fungsional Auditor

PusbinJFA :
Untuk pengangkatan pertama diperkenankan seorang PNS diangkat menjadi auditor sebelum lulus ujian sertifikasi, tetapi yang bersangkutan dipersyaratkan sudah MENGIKUTI diklat sertifikasi. Selanjutnya diberikan kesempatan selama 3 tahun untuk mendapatkan sertifikat lulus ujian sertifikasi. Apabila dalam waktu 3 tahun tersebut tidak terpenuhi kelulusannya maka yang bersangkutan diberhentikan TETAP sebagai auditor dan selanjutnya tidak dapat lagi diangkat sebagai auditor.

Sedangkan untuk pengangkatan perpindahan dipersyaratkan telah memiliki sertifikat LULUS ujian sertifikasi sesuai dengan jenjang jabatan yang akan didudukinya.
Sabtu, 06 Juni 2009 / 14:15:06
User ve ( vei_saputra@yahoo.co.id )
Badan Pengawas Daerah Provinsi Jawa Timur | malang | Provinsi Jawa Timur
Kategori : Ke-JFA-an Topik : Kelulusan ujian JFA
Bagaimana kalau mata pelajaran yang diujikan hanya tersisa satu, sedangkan ujian sudah 4x. Apakah harus mengulang diklat untuk seluruh mata pelajaran supaya mendapat ijazah kelulusan atau hanya mata pelajaran yang tidak lulus saja? Apakah kebijaksanaan dari BPKP?

PusbinJFA :
Dalam Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-06.04.00-847/K/1998 tentang Pola Diklat Auditor secara jelas dinyatakan bahwa hak ujian yang dimiliki seorang auditor dalam sertifikasi JFA adalah 1 kali ujian utama dan 3 kali ujian ulangan dalam waktu dua tahun sejak diklat berlangsung. Apabila dalam kesempatan yang diberikan tersebut yang bersangkutan belum lulus maka untuk dapat mengikuti ujian kembali auditor tersebut harus mengikuti diklat kembali secara penuh.

Setelah mengikuti diklat kembali secara penuh yang bersangkutan juga diharuskan untuk mengikuti ujian kembali secara penuh sebelum berhak mendapatkan sertifikat lulus. Aturan ini berlaku sama untuk seluruh APIP tanpa ada pengecualian.

Sambutan Kepala Pusbin JFA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wa Barakatuh...
Kapus
 

Konsultasi

Layanan untuk APIP yang ingin berkonsultasi seputar Jabatan Fungsional Auditor
Konsultasi
 
 

Galeri

Galeri foto kegiatan-kegiatan Pusbin JFA
Galeri Foto
 

Profil

Data Auditor BPKP, APIP Pusat, dan APIP Daerah Per Agustus 2015
Profil Auditor APIP 2015
 

Laporan Kinerja

Laporan Kinerja Pusbin JFA Tahun 2014
LAKIP 2014