Berita

Berita Seputar

Ke-JFA-an

Pencarian Berita :

Seminar Nasional BPKP - AAIPI : "Continuous Auditing, Continuous Monitoring (CACM)"

  • Senin, 19 September 2016 / 15:53:27 /
  • Dibaca: 784 Kali
Img_5601

Peran internal auditor yang semakin besar dan perkembangan organisasi yang demikian cepat maka baik manajemen maupun internal auditor membutuhkan informasi yang cepat dan tepat waktu dalam rangka pengambilan keputusan. Oleh karena adanya tanggung jawab manajemen dan internal auditor atas pengendalian maka manajemen dan internal auditor harus mempunyai mekanisme untuk dapat melihat efektivitasnya. Untuk itu, dari sisi internal auditor dilakukan audit berkelanjutan (continuous auditing) sedangkan dari pihak manajemen dilakukan pemantauan berkelanjutan (continuous monitoring). Kedua konsep tersebut selayaknya diterapkan bersamaan untuk memperoleh manfaat yang lebih optimal. Isu tersebut diusung dalam seminar berskala nasional, kerjasama Puslitbangwas BPKP dengan AAIPI, tanggal 30 Agustus 2016 di Aula Gandhi, Gedung BPKP Pusat, jalan Pramuka nomor 33, jakarta Timur.

Pada saat ini peran internal auditor mengalami perubahan dari yang sebelumnya menekankan detective control, yaitu mengidentifikasi masalah yang sudah terjadi lalu mencoba memberikan saran untuk mengatasinya (watchdog), menjadi consultant bahkan catalist yaitu pengawasan yang hasilnya memberikan nilai tambah, berupa peningkatan kinerja secara umum, dengan aktivitas konsultansi, evaluasi dan penilaian atas manajemen risiko, aktivitas pengendalian intern, dan tata kelola, serta mendukung informasi yang akurat kepada manajemen.

Dalam International Professional Practices Framework (IPPF) yang merupakan salah satu standar yang menyediakan guidance bagi internal auditor untuk melaksanakan internal audit berkelas dunia mencantumkan pernyataan misi mengenai peran internal audit. Pernyataan misi tersebut menyebutkan bahwa internal audit berperan untuk mendorong dan melindungi nilai organisasi dengan menyediakan assurance, advice, dan insight yang obyektif dan berbasis risiko.

Dengan melihat peran internal auditor yang semakin besar dan perkembangan organisasi yang demikian cepat maka baik manajemen maupun internal auditor membutuhkan informasi yang cepat dan tepat waktu dalam rangka pengambilan keputusan. Pihak manajemen dan auditor juga berkepentingan terhadap sistem pengendalian intern dan pengelolaan risiko yang baik. Manajemen bertanggung jawab untuk membangun pengendalian intern yang efektif dan juga melakukan pengelolaan risiko. Sedangkan internal auditor bertanggung jawab untuk memberikan jaminan memadai bahwa pengendalian intern berlangsung efektif dan juga melakukan penilaian atas pengelolaan risiko.

Oleh karena adanya tanggung jawab manajemen dan internal auditor atas pengendalian maka manajemen dan internal auditor harus mempunyai mekanisme untuk dapat melihat efektivitasnya. Untuk itu, dari sisi internal auditor dilakukan audit berkelanjutan (continuous auditing) sedangkan dari pihak manajemen dilakukan pemantauan berkelanjutan (continuous monitoring). Kedua konsep tersebut selayaknya diterapkan bersamaan untuk memperoleh manfaat yang lebih optimal.

Kedua konsep ini belum begitu dikenal luas di Indonesia dan masih dalam pengkajian untuk diterapkan di sektor pemerintah. Oleh karena itu, Asosiasi Peneliti Sektor Publik yang merupakan leading sector para peneliti di sektor publik harus mampu memberikan inovasi terutama di bidang pengawasan dengan cara menyelenggarakan seminar, tanggal 30 Agustus 2016 di Aula Gandhi, Gedung BPKP Pusat, jalan Pramuka nomor 33, jakarta Timur. Seminar berskala nasional tersebut terlaksana dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

Tujuan seminar adalah untuk meningkatkan pemahaman yang lebih luas dan memperoleh konsep yang jelas mengenai Continuous Auditing dan Continuous Monitoring (CACM) yang kemudian diharapkan akan mendorong penerapannya di Indonesia.

Materi yang disajikan dan didiskusikan dalam seminar tersebut adalah Implementasi Audit Berkelanjutan (Continuous Auditing) dan Pemantauan Berkelanjutan (Continuous Monitoring) pada Instansi Pemerintah. Materi ini akan menguraikan beberapa gambaran mengenai Konsep Continuous Auditing Continuous Monitoring (CACM), Standar CACM, dan Penerapan CACM pada negara lain.

Seminar tersebut diikuti oleh sekitar 350 peserta dari APIP Kementerian/Lembaga anggota AAIPI, KPK, BPK, Biro-Biro Kementerian/Lembaga dan pemda serta peneliti anggota Asosiasi Peneliti Sektor Publik, juga pejabat dan pegawai kedeputian dan kesesmaan BPKP Pusat, Puslitbangwas, Pusdiklatwas, Pusbin JFA serta Perwakilan Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten.

Penyelengga seminar berasal dari Asosiasi Peneliti Sektor Publik dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengawasan BPKP. Keynote Speech dan Pembukaan Seminar diberikan oleh Kepala atau Deputi Bidang Polsoskam DR.Binsar.H. Simanjuntak,Ak.,MBA. Dalam pengarahannya, Binsar mengatakan bahwa Perkembangan teknologi informasi (TI) yang pesat dewasa ini telah menjangkau pada hampir seluruh lapisan masyarakat, termasuk instansi pemerintahan di Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai terbiasa mengenal sistem berbasis TI yang diterapkan di lingkungan instansi pemerintah, baik di pusat maupun daerah, seperti e-budgeting, e-procurement, e-payment dan sebagainya. Perkembangan TI pada instansi pemerintah tersebut menuntut Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk mengantisipasi agar dapat berperan lebih efisien dan efektif dalam memberikan assurance dan consulting atas pengendalian, menajemen risiko dan tata kelola. Continuous Auditing dan Continuous Monitoring (CACM) merupakan salah satu tools yang dapat diterapkan APIP untuk  meningkatkan kapabilitas dan perannya tersebut.

"APIP harus mulai mengubah mindset dan culture dari semula post audit  menjadi on going audit, di mana aktivitas APIP dilakukan secara terus menerus terhadap semua tahapan manajemen pemerintahan, dari saat perencanaan sampai dengan pelaporan. "jelas Binsar.  Dalam konteks CACM, Binsar menambahkan bahwa BPKP sudah menerapkannya dalam beberapa fungsi pengawasan, misalnya dalam reviu atas penyerapan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan dana desa.

Seminar tersebut menghadirkan empat orang pembicara, yaitu Deputi PIP Bidang Perekonomian dan Kemaritimian BPKP, Nurdin, dengan topik "Continuous Auditing and Monitoring, Konsep dan Pemanfaatannya pada Sektor Pemerintah di Indonesia", sedangkan Itjen Kementerian Keuangan, Kiagus Ahmad Badaruddin dengan topic "Penerapan CA dan CM pada Kementerian Keuangan dalam Hubungannya dengan Three Lines of Defense".

Irtama Bappenas, Slamet Sudarsono memberikan materi dengan topik "Penerapan CA pada Inspektorat Utama Bappenas". Kepala Divisi Audit and Risk Advisory PT. Astra Internasional,Tbk, Mukhlis Ibnu Rusdi memberikan topik "Success Story Penerapan CA dan CM di Sektor Swasta: PT. Astra Harnesses The Power of Continuous Auditing." Seminar tersebut dimoderatori oleh Dosen FE Universitas Indonesia, Dwi Martani.

Kapusbin JFA, selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Auditor Inrtern Pemerintah (AAIPI), Edi Mulia, menyambut baik atas terselenggaranya seminar nasional tersebut dan berharap para anggota AAIPI yang hadir dalam seminar tersebut mendapat tambahan wawasan dan pembekalan mengenai konsep CACM. Edi Mulia berharap APIP berkomitmen  untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya, sehingga dapat menerapkan CACM di lingkungan kerjanya masing-masing . (DCH)

 

Back

Sambutan Kepala Pusbin JFA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wa Barakatuh...
Kapus
 

Konsultasi

Layanan untuk APIP yang ingin berkonsultasi seputar Jabatan Fungsional Auditor
Konsultasi
 

Produk

Produk-produk peraturan Pusbin JFA
Produk
 

Galeri

Galeri foto kegiatan-kegiatan Pusbin JFA
Galeri Foto
 

Profil

Data Auditor BPKP, APIP Pusat, dan APIP Daerah Per Agustus 2015
Profil Auditor APIP 2015
 

Laporan Kinerja

Laporan Kinerja Pusbin JFA Tahun 2014
LAKIP 2014